Tidak seperti istirahat yang lain, Rabu (4/2), Fachrur, teman saya, sangat sumringah, “Akhirnya gua (gw, saya) bisa juga bikin Facebook...” katanya pada Tresna. “Gw mah udah dari kemarin...” balas Tresna. Kalau yang biasanya bicara “lu comment apa ke FS (Friendster) gw?”, berganti menjadi “lu nulis apa ke wall gw?”, atau “kalau bikin e-mail susah gak sih?”, karena kita harus konfirmasi setelah membuat account Facebook, dan kebanyakan dari teman saya ini membuat Friendster tidak mempunyai e-mail. Tapi memang, Facebook ini membuat kita tergila-gila (seperti potongan lagu Tiket, ya...).
Awalnya sang pencipta, Mark Zuckerberg hanya menciptakan situs jejaring sosial ini hanya untuk ditujukan untuk mahasiswa dan alumni Harvard University . Namun akhirnya ia kembangkan di universitas lain di Boston, the Ivy League, dan Stanford University. Lalu dia kembangkan lebih jauh untuk mencakup seluruh murid universitas, lalu pada murid sekolah, dan akhirnya, kepada semua orang yang 13+ (umurnya lebih dari 13 tahun), lalu akhirnya ke seluruh dunia. Tentu saja dia memulai semua yang saya sebutkan di AS.
Namun, bukan berarti Facebook tanpa kontroversi selama beberapa tahun. Facebook pernah diblokir aksesnya di beberapa negara, seperti Suriah dan Iran, yang notabene adalah pembenci AS dan sekutunya, serta sangat mendukung kemerdekaan Palestina. Atau aksesnya di-banned di tempat kerja untuk menambah produktivitas
Yang membuat saya kagum akan Facebook adalah bukan sebagai tempat sombong-sombongan atau pamer-pameran, tetapi bagaimana keniatan dan tekad seorang Mark Zuckerberg yang ingin membuat “bukan jejaring sosial biasa”. Dan dia sangat serius dan detail sekali, juga memudahkan kita, sampai-sampai dia menyumbangkan untuk situs ini sampai 200.000 Dollar AS pada 2005. Seperti jika ingin menambah teman, dia membuat “tab” kecil tanpa mengubah link, sehingga kita tidak harus membuka tab atau window baru, sehingga tidak merepotkan kita sebagai pengguna. Teman-temannya pun juga menaggapi dengan antusias.
Jadi begitulah, intinya, kita bisa melakukan apapun, jadi, jangan bilang tidak bisa!
Sekian,
MAM
4 Feb 2009
Jumat, Februari 06, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar