Minggu, Maret 29, 2009

A Lucky Role

Acara dimulai pada jam 15.00 WIB. Saya baru datang pada saat acara Grand Final Rapor Idola Cilik 2 (IC2) di Integrity Convention Center (ICC) Kemayoran Jakarta Pusat akan berlangsung. Keriuhan penonton, baik pendukung Debo maupun pendukung Patton mendominasi suara di ICC. Penampilan para finalis, Debo asal Sukabumi dan Patton asal Jakarta ditambah bintang tamu Peterpan, Seventeen, finalis IC1 dan IC2, Delon Idol, juga Ikhsan Idol memukau para penonton juga para undangan. Hasil SMS sementara pada pertama menunjukkan keunggulan Debo yang cukup jauh, yaitu sekitar 4 persen, namun ketika dilakukan polling SMS lagi, keunggulan Debo menipis menjadi kurang dari 1 persen. Hasil perolehan SMS yang ketiga justru Patton unggul, dengan keunggulan kurang dari 1 persen juga. Di polling SMS keempat Patton makin menjauh menjadi sekitar 6 persen. Mereka menyanyikan lagu baru yang nantinya dinyanyikan jika salah satu diantara mereka menjadi juara. Debo membawakan “Bintang yang Bersinar” ciptaan Rian D’Masiv, sementara Patton menyanyikan lagu ciptaan Tompi, “Mengejar Mimpi”. Lalu dilakukan polling SMS sementara. Debo mendekati Patton hingga bedanya kurang dari 1 persen. Tibalah saat yang menentukan. Saat dimana penentuan sang juara. Semua penonton yang riuh tiba-tiba menjadi sunyi dan deg-degan. Saat sang pembawa acara Okky Lukman mengatakan, “yang menjadi juara Idola Cilik 2 adalah...!”, membutuhkan jeda yang cukup lama hingga Okky berkata, “Debo, selamat. Kamu yang jadi pemenangnya...!”, riuhpun menggema di ICC, khususnya bagi para pendukung Debo karena memang lebih banyak di ICC daripada pendukung Patton. Debo pun menyanyikan lagu “Bintang yang Bersinar” ciptaan Rian D’Masiv. Namun, Patton dapat menerimanya dengan lapang dada. Dan hasil akhir SMS menunjukkan keunggulan Debo yang menjauh dari polling sebelumnya, menjadi sekitar 4 persen. Ya, seperti itulah kehidupan ini. Banyak orang bilang bahwa kehidupan ini seperti roda yang berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Namun terkadang ada banyak cara agar kita sampai di atas. Kadang dengan kerja keras, skandal, beruntung, atau yang lain-lainnya. Mungkin para finalis yang mengikuti acara-acara layaknya IC ini melalui kerja keras dan juga keberuntungan. Kerja keras karena mereka menunjukkan kemampuan terbaik mereka untuk pemirsa dan juri, sedangkan keberuntungan karena mereka tidak tahu hasil akhir, apakah salah satu dari mereka tersingkir atau melaju ke babak selanjutnya. Jadi, kerja keras dan keberuntungan juga berpengaruh agar kita bisa menjadi sukses walaupun butuh pengorbanan yang cukup besar. Sekian dari saya, MAM 29 Maret 2009

Tidak ada komentar:

Twitter-ku