Jumat, Mei 28, 2010

Taman Fatamorgana

Semua mimpiku dibuyarkan oleh waktu Ternyata sudah waktunya Shubuh Aku pun memulai sembahyang Memohon semoga hari tidak memberi bala sial kepadaku Pamanku mengajakku jalan-jalan Tanpa elakan lagi aku menerimanya dengan senang hati Sementara Paman membawa anaknya tercinta Aku hanya membawa pakaian dan pengharapan datar Kumulai melangkahkan kaki beranjak keluar rumah Sepertinya aku mencium bau petualangan baru Namun dari depan rumah Pamanku angin pagi hampir menusukku Untung aku sudah membekali diri dengan minyak kayu putih Aku dan Pamanku sudah sampai tujuan Sebuah taman besar yang sangat ramai Semua orang sibuk akan kegiatannya di taman itu Taman itu layaknya surga yang fatamorgana Tiba-tiba bisikan Setan menghampiriku Mengajakku untuk berjalan lebih jauh Lebih jauh ke dunia Yang diisi oleh orang-orang yang suram Namun aku teguh dengan pendirianku Bisikan itu kutangkis dengan penyumbat telinga Lalu kulanjutkan perjalanan bersama Pamanku Mengelilingi taman bak surga itu Setelah mengelilingi taman itu perut terasa kosong Aku membutuhkan makanan Akhirnya aku dan Pamanku menemukan sebuah tempat makan Semoga itu bukanlah fatamorgana Kudekati tempat itu Tempat yang sepi Bercat biru Tapi berbau nikmat Ternyata itu bukan fatamorgana Itu adalah kenyataan Lalu kusantap apa yang hanya bisa kumakan Biar begitu perutku tidak mengeluh lagi Begitu lahapnya aku Paman hanya meminum kopi hitam Sedangkan aku menyantap susu coklat dan kue pancong Segera ku bersiap untuk menyongsong matahari dari arah timur.(*)

1 komentar:

addiehf mengatakan...

lalu........ aslikan taman itu dan makanannya. ato malah bla bla bla.. hayoo bangun.......... (rofl)

Twitter-ku