Minggu, Desember 21, 2008

Kenyataan Dalam Dunia Fantasi

Setiap orang pasti mempunyai dunia fantasinya sendiri. Tinggal bagaimana kita mengeksploitasinya. Ada yang mengeksploitasinya pada saat penat, ceria atau dibawa ke kehidupannya sehari-hari. Mungkin itu yang mengilhami Trevor, Sean, dan Hannah dalam film Journey to the Center of the Earth. Alkisah, Trevor Anderson (Brendan Fraser), seorang dosen dan ilmuwan seismik, sudah lama ingin mencari kakaknya, Max, yang hilang pada saat ekspedisi ke Islandia. Di saat bersamaan, munculah keponakannya, Sean (John Hutcherson), yang ingin berlibur di rumah pamannya itu. Kakak ipar Trevor membawa barang peninggalan Max untuk disimpan di rumah Trevor. saat membuka dus tersebut, Trevor melihat novel yang mengilhami kakaknya untuk menjelajahi pusat perut bumi. Ya, buku Journey to the Center of the Earth karya Jules Verne. Namun, Trevor melihat sesuatu yang aneh dalam buku itu. Terdapat tulisan-tulisan yang sangat berhubungan dengan aktivitas yang Max jalani, berekspedisi ke pusat perut bumi. Seperti aktivitas vulkanik di beberapa tempat di dunia, kode-kode yang tidak jelas, dan lain-lain. Mereka pun langsung menuju lab milik kakaknya di universitas tempat Trevor bekerja. Di sana, mereka mengecek kebenaran catatan yang ada di dalam novel itu. Ternyata, catatan yang dicatat kakaknya sama persis dengan aktivitas vulkanik yang terjadi. Sean melihat ada tambahan aktivitas vulkanik yang terjadi di Islandia. Awalnya Trevor tidak percaya, karena yang Trevor dan kakaknya teliti hanya ada 3, namun, sekarang ada 4 gunung vulkanik yang aktif. Akhirnya, pergilah mereka ke Islandia. Di sana mereka mencari nama yang ditulis Max di novelnya. Akhirnya, mereka menemukan rumahnya, sayang, yang ada hanya anaknya, Hannah (Anita Briem), seorang pemandu gunung cantik. Ternyata, yang mereka cari sudah meniggal. Dia sama dengan Max, seorang Vernian, yaitu orang yang percaya keberadaan cerita Jules Verne. Kelucuan pun terjadi, saat Hannah meminta bayaran 5000 kronor (sekitar Rp800.000,00) per jam! Alangkah kagetnya mereka berdua. Namun, akhirnya mereka menyetujuinya. Berangkatlah mereka ke gunung tempat aktivitas yang dilihat Trevor itu. Di sana mereka menemukan aktivitas-aktivitas yang mendebarkan sampai mereka menemukan sesuatu yang tidak rasional; dunia di dalam perut bumi! Lalu mereka menuju tujuan utama; mencari Max. Apakah mereka selamat dari kerasnya kehidupan di sana? (Lebih baik anda menontonnya sendiri...) Saya menarik kesimpulan dari resensi ini adalah kita harus percaya yang, bahkan, tidak dapat untuk masuk ke otak alias tidak rasional. Banyak orang tidak percaya pada cerita Max, bahkan adiknya sendiri. Namun, kalau mau fakta, kita harus membuktikan sendiri. Janganlah anggap orang itu gila bila kita tidak membuktikan kebenarannya. Namun, fantasi kita juga jangan berlebihan, khususnya jika kita menyukai seseorang. Nanti kalau kelewatan, bisa dikucilkan lho... (tapi yang ini berbeda dengan “kalau mau fakta, kita harus membuktikan sendiri”, karena ini niatnya bukan untuk membuka wawasan kita dan orang lain, tapi justru mengusik...) Ya sudah, sekian dari saya. Semoga bermanfa’at, amin. MAM 21 Des 2008

Tidak ada komentar:

Twitter-ku