Minggu, November 23, 2008

uneg uneg banjir (lagi)...

Assalamualaikum! Sori, yang pertama itu hanya untuk tes saja. Sekarang, baru, saya akan menceritakan uneg eneg saya. Sejak beberapa minggu yang lalu, perhatian rakyat Indonesia tidak lagi tertuju kepada resesi global, sepak bola kita yang acakadul, atau ulangan tengah semester pada bulan depan (Desember) bagi anak-anak. Tetapi satu; Banjir. Ya, bagi para pengangguran--yang terkena dampak resesi global--akan lebih sulit mencari kerja, pasalnya, dokumen-dokumen penting mereka, mungkin hanyut terbawa oleh sungai. Sementara para pecinta bola menderita 2 kali. Setelah liga terbaik di dunia hanya bisa ditonton lewat TV satelit/kabel prabayar, mereka juga harus alat elektronik kesayangannya, Televisi. Namun, mereka berdua belum ada apa-apanya. Para anak sekolahan harus merelakan alat modal mereka menuju kehidupan yang lebih baik, yaitu buku serta peralatan tulis. Mungkin kalau mereka tidak belajar, hidup sehari-hari mereka akan sulit, tidak seperti para pengangguran dan pecinta bola tadi. Para pejabat itu sepertinya tega sekali. Buktinya, usaha yang bikin untung saja dikorupsi, contoh: Proyek Tanahabang di Jakarta yang dikorupsi hingga 3 M! Gimana yang gak bikin untung sperti BKT (Banjir Kanal Timur) di Jakarta yang untuk mendampingi Banjir Kanal Barat yang sudah dibuat tahun 1933? seharusnya, para pejabat-pejabat bisa memahami arti penderitaan bagi rakyat yang sulit cari makan di negeri yang tercinta ini. Tapi, jika tidak dimulai dari kita, bagaimana bisa? contoh, kita menegur orang yang suka membuang puntung rokok sembarangan, tetapi kita juga suka buang sampah sembarangan... Ya sudah, besok kita lanjutkan lagi uneg-uneg nya. OK? wassalam, MAM 23 Nov 2008

2 komentar:

Jakartasiana mengatakan...

Mas Ammar, selamat, ya.

Terus menulis di blog, ya.

Menulis apa saja yang kamu suka.

Tapi tetap jangan lupa belajar.

Salam sayang,
Ayah

ammarmahardika mengatakan...

Oce dehh...

:)

MAM

Twitter-ku